๐Ÿ• Pengertian Hati Nurani Dan Sanubari

Setiapmanusia mempunyai hati nurani yang merupakan perbedaan antara manusia dengan makhluk lainnya. C.S.T . Kansil berpendapat bahwa pengertian norma kesusilaan ialah peraturan hidup yang dianggap sebagai suatu suara hati sanubari manusia atau insan kamil. Contoh norma kesusilaan antara lain : 1) Dilarang membunuh. 2) Berkata jujur dan benar. Sebagaipengikat agar kita tidak terombang-ambing oleh hawa nafsu berada di hati nurani/hati sanubari. Oleh orang jawa dikenal dengan istilah Kiblat Papat Kalima Pancer. Pancer/pusat disini adalah hati nurani/hati sanubari, sedangkan yang dimaksud dengan kiblat papat adalah hawa nafsu yang terdiri dari muthmainah, lauwamah, amarah dan sufiyah. batin: ba.tin. [n] (1) sesuatu yang terdapat di dalam hati; sesuatu yang menyangkut jiwa (perasaan hati dsb): ia menceritakan apa yang terasa dalam โ€” nya; (2) sesuatu yang tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur) โ€” seseorang; mohon maaf lahir dan -; (3) semangat; hakikat: lahirnya menolong, โ€” nya menggolong PengertianAkhlak . Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu fitrah, kata kati, hati nurani dan intuisi dibina secara optimal dengan cara dan pendekatan yang tepat. 64. pendengaran dan hati sanubari. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan. Apakahyang dimaksud dengan hati nurani itu? Jawaban Hati nurani didefinisikan sebagai bagian dari jiwa manusia yang menyebabkan penderitaan mental dan perasaan bersalah saat kita menentangnya dan perasaan senang dan damai sejahtera saat tindakan, pikiran dan perkataan kita sesuai dengan sistem nilai yang kita anut. sanubari: (1) jantung hati; (2) hati (dalam arti batin); hati nurani; perasaan batin: sudah berurat dan berakar dalam โ€” kita: Malaysia (Dewan) ? sanubari = hati ~ 1. jantung hati; 2. perasaan dlm hati atau batin: tidak ada cara yg tertentu utk menyelami isi sajak yg lahir drpd ~ penyairnya. Bahasa Sansekerta ? Yangkami maksud ialah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu." Anda tentunya seringkali mendengar istilah TANGGUNG JAWAB, bukan? Makna dari istilah "tanggung jawab" ialah "siap menerima kewajiban atau tugas". Menjura membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (dengan maksud menghormat). Mangata: bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan. Meraki: melakukan sesuatu dengan jiwa, kreativitas, dan cinta. Nayanika: mata yang indah dan memancarkan daya tarik. Nirmala: tanpa cacat, sempurna. Niskala: abstrak. Perbuatanakhlak juga harus muncul dari keikhlasan hati yang melakukannya, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada hati sanubari, maka hubungan akhlak dengan kata hati menjadi demikian penting. Dengan demikian, masalah kebebasan, tanggung jawab dan hati nurani adalah merupakan faktor dominan yang menetukan suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai Ungkapandari hati nurani Sang Pujangga Cinta dari kehidupan seharian. Bermakna mendalam, bermuara cinta kasih Allah merasuk ke sanubari ke semua umat manusia, dan alam.Kehidupan tanpa cinta akan kering kerontang tanpa makna, hampa, sunyi, tiada gairah.Dan Cinta itu harus dihiasi dengan senyuman yang tulus dan ikhlas agar cinta itu dapat membekas dihati setiap insan ๏ปฟContoh Masyarakat beragama Islam harus mengerjakan salat lima waktu dan menghindari perbuatan dosa, seperti minum minuman keras, berjudi, dan makan makanan haram. Norma kesusilaan. Norma kesusilaan berhubungan dengan hati nurani, karena manusia digerakkan oleh empati dan kepekaan. Pelanggaran dari norma kesusilaan akan berakhir pada rasa bersalah. Terdapat7 arti kata 'hati' di KBBI. Arti kata hati adalah organ badan yang berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut, gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu. Arti lainnya dari hati adalah daging dari hati sebagai bahan makanan (terutama hati dari binatang sembelihan). Contoh: Masakan sambal goreng hati. CQJVkDs. Manusia merupakan makhluk yang mulia di muka bumi ini. Allah telah mengaruniakan akal, nafsu, dan hati nurani pada diri manusia, dan derajat mereka ditinggikan melebihi makhluk ciptaan Allah lainnya. Berbeda dengan Malaikat yang selalu patuh, manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Antara yang benar dan buruk, keduanya dapat dibedakan bila seseorang memiliki hati nurani yang orang yang mengatakan bila pembunuh, kuroptor, dan maling itu tidak mempunyai hati nurani. Perbuatan para penjahat tersebut hanya didasari oleh nafsu duniawi tanpa diimbangi hati nurani. Nah, yang jadi pertanyaan sebenarnya apa sih hati nurani itu? Bagaimana islam memandang hati nurani? Berikut ini pengkajiannya secara mendalam! Baca juga Jiwa Tenang Dalam Islam Amalan dan Dalilnya dan Cara Menjaga Kesehatan Hati dalam IslamPengertian dan Jenis-Jenis Hati nuraniHati nurani berasal dari bahasa Latin yaitu Conscientia yang berarti kesadaran. Hati nurani juga bisa diistilakan sebagai suara hati, suara batin, atau kata hati. Jika didefinisikan secara luas, hati nurani adalah kesadaran moral yang tumbuh di dalam hati manusia dan mempengaruhi tingkah laku nurani erat kaitannya dengan kesadaran diri. Dalam artian, seseorang yang mempunya hati nurani berarti ia memiliki kesadaran untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah. Biasanya hati nurani muncul dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling dalam, hanya sepintas, bersifat jujur dan intuitif pemahaman sesuatu tanpa penalaran rasional.Secara umum, hati nurani dibedakan menjadi 2 jenis yakni hati nurani retrospektif dan hati nurani nurani retrospektifHati nurani retrospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya di masa lampau, semacam menghakimi diri sendiri. Bila ia berbuat kesalahan maka ia memiliki rasa penyesalan dan menyalahkan dirinya. Contohnya, setelah kamu berbohong kepada orang tua. Pasti akan muncul perasaan menyesal karena kamu tidak jujur, walaupun sebenarnya hati nuranimu sudah memerintahkan untuk berkata apa nurani prospektifHati nurani prospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa depan atau yang sedang dilalui saat ini. Biasanya ditandai dengan munculnnya penolakan-penolakan dalam diri. Contohnya, ketika seorang hakim mendapat suap untuk kasusnya, maka hati nuraniya pasti cenderung halnya budi pekerti, hati nurani juga perlu pendidikan sebab hati berperan sebagai pemandu kehidupan. Bila seseorang diajarkan tentang akhlak dan moral yang benar sesuai syariat agama sedari kecil, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi santun sesuai nuraninya. Meski demikian, belum tentu bisikan hati itu selalu baik. Adakalanya seseorang memiliki isi hati kotor sehingga membuat hidupnya tidak tenang. Baca juga Cara Membuat Hati Ikhlas dan Tenang , Penyakit Hati Menurut Islam, dan Obat Hati Dalam Islam.Hati Nurani Dalam Sudut Pandang IslamMenurut mayoritas orang islam dan para ulama, hati nurani menurut islam sering disebut sebagai โ€œQalbuโ€. Qalbu sendiri berasal dari bahasa arab โ€œQalbโ€, dimana Qalb adalah bentuk mashdar dari akar Qalaba, Qalban, Yaqlibu yang berarti memalingkan atau Saโ€™ad Hawwa , Qalbu itu adalah rasa ruhaniyah yang halus yang berkaitan dengan hati jasmani dan merupakan hakikat diri iman Al-Ghazali, qalb dapat diartikan 2 makna. Pertama qalb merupakan sepotong daging Jantung yang terletak di kiri dada manusia. Yang kedua, qalb merupakan Lathifah-Rabbaniyah- Ruhaniyyah yaitu sesuatu yang bersifat halus tidak bisa dilihat dengan mata kepala namun hanya bisa dilihat oleh mata batin, berhubungan dengan Ketuhanan, dan bersifat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu qalbu jasmaniah dan qalbu jasmaniahQalbu jasmaniah berarti organ tubuh manusia yang tugasnya memompa darah, yakni jantung. Definisi ini berpacuan pada hadist populer yang dijelaskan oleh An-Nuโ€™man bin Basyir radhiyallahu anhuma, Nabi Muhammad SAW bersabdaุฃูŽู„ุงูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ู…ูุถู’ุบูŽุฉู‹ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽุญูŽุชู’ ุตูŽู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ููŽุณูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ู . ุฃูŽู„ุงูŽ ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจูโ€œIngatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati jantung.โ€HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599.Qalbu RuhaniahQalbu ruhaniah adalah sesuatu yang berhubungan dengan perasaan batin dan tidak kasat mata. Sebagaimana yang terdapat dalam hadist riwayat Ibnu Maja ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู†ููƒู’ุชูŽุฉูŒ ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกู ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ูโ€œSesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.โ€ Hadist Riwayat Ibnu MajahHati Nurani Berdasarkan Al-QuranDalam Al-Quran, kata qalb sendiri telah disebutkan sebanyak 132 kali. Allah Azza Wa Jalla menjelaskan bahwa hati nurani qalbu manusia itu mudah terbolak-balik, bisa menjadi tempat bersarangnya penyakit, dan bisa pula sebagai tanda keimanan nurani kalbu manusia mudah berbolak-balikAllah SWT menjelaskan bahwa hati nurani manusia itu mudah berubah. Kadangkala di jalan yang benar dan adakalanya manusia menjadi ุฃูŽูู’ุฆูุฏูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’โ€œDan Kami bolak-balikan hati mereka dan penglihatan mereka.โ€ QS. Al-Anโ€™am 110Hati nurani kalbu manusia bisa menjadi tanda keimananHati nurani manusia juga bisa menjadi pertanda keimanannya. Seseorang yang taโ€™at kepada Allah, hatinya akan bergetar bila mendengar ayat-ayat Al-Quran ู†ูŽุฒูŽู‘ู„ูŽ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู‹ุง ู…ูุชูŽุดูŽุงุจูู‡ู‹ุง ู…ูŽุซูŽุงู†ููŠูŽ ุชูŽู‚ู’ุดูŽุนูุฑูู‘ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฌูู„ููˆุฏู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุดูŽูˆู’ู†ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุซูู…ูŽู‘ ุชูŽู„ููŠู†ู ุฌูู„ููˆุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‡ูุฏูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุจูู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู…ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุงโ€œAllah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qurโ€™an yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.โ€ QS. Az-Zumar 23Hati nurani kalbu manusia bisa mengerasSeseorang yang terlena dengan nikmat duniawi, tamak harta, jarang berdizkir, maka hatinya akan mengeras laksana batu. Mereka adalah orang-orang yang disesatkan oleh Allah SWT dan tertutup qalbunya dari ู„ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุดู‘ูŽู‚ู‘ูŽู‚ู ููŽูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุก ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู„ูŽู…ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุจูุทู ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุจูุบูŽุงููู„ู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽโ€œKemudian hati-hati mereka menjadi keras setelah itu, maka ia pun laksana batu, atau bahkan lebih keras lagi [ketimbang batu]. Padahal, sesungguhnya di antara batu-batu itu ada yang mengalirkan sungai-sungai darinya. Sungguh, di antaranya juga ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya. Sungguh, di antaranya juga ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa saja yang kamu kerjakan.โ€ al-Baqarah 74Hati nurani kalbu adalah sarang penyakitPenyakit yang dimaksud disni bukanlah penyakit fisik. Melainkan penyakit hati seperti dengki, iri, dendam, sombong, dusta, dan sejenisnya. Penyakit โ€“penyakit hati seperti biasanya menimpa orang-orang munafik dan terlupa untuk mendekatkan diri kepada Allah ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู… ู…ู‘ูŽุฑูŽุถูŒ ููŽุฒูŽุงุฏูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุฑูŽุถู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูƒู’ุฐูุจููˆู†ูŽโ€œDi dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan.โ€ Qs. al-Baqarah 10Pada dasarnya, hati nurani menurut islam atau qalbu adalah cerminan diri seseorang. Untuk memeliharnya, hendaknya kita memperbanyak berdzikir, mengingat Allah SWT, membaca Al-Quran, meningkatkan iman, memperbaiki akhlak, menjauhi hal-hal buruk yang sifatnya tidak memberikan mudharat, serta berpegang teguh pada Rukun Islam, sumber syariat Islam, rukun Islam, dan dasar hukum islam sehingga bisa memperoleh Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam.Baca juga Tingkatan Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak dengan Iman dalam Islam Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Manusia memiliki kesadaran moral yang dinamakan suara hati. Kesadaran moral adalah kesadaran bahwa tindakan saya bisa bernilai baik atau buruk sebagai manusia apapun profesinya. Suara hati merupakan kesadaran akan adanya kewajiban dan tanggung jawab sebagai manusia di dalam situasi konkret. Kualitas saya sebagai manusia secara keseluruhan ditentukan oleh pilihan yang saya ambil. Suara hati itu saya sadari secara langsung sebagai jawaban terhadap tuntutan konkret yang sedang saya hadapi. Saya tidak bisa lari dari tuntutan suara hati bersifat rasional, universal dan mutlak. Suara hati bersifat rasional, artinya saya memilih untuk melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan yang bisa dipertanggungjawabkan secara nalar. Suara hati bersifat universal, artinya setiap orang seharusnya memiliki kewajiban dan kesadaran yang sama dengan saya, mengingat manusia adalah pengada yang bermoral. Namun kesadaran universal itu tidak berarti setiap orang dalam kenyataannya menghadapi tuntutan konkret yang sama seperti apa yang saya hadapi. Suara hati juga bersifat mutlak, artinya tuntutan suara hati tidak dapat ditawar-tawar dan tidak tergantung pada perasaan atau pertimbangan untung-rugi. Suara hati berakar dari hati nurani conscience. Hati nurani adalah keterarahan mutlak pada yang baik dan benar. Berbeda dengan hati nurani, suara hati merupakan tanggapan langsung atas situasi konkret tertentu. Kemutlakan suara hati merupakan petunjuk bagi adanya Tuhan yang bersifat mutlak. Namun yang khas bagi realitas mutlak itu adalah bahwa seolah-olah Ia memanggil dan menuntut tanpa bisa kita hindari. Manusia hanya bisa merasa malu dan bersalah di hadapan seorang Pribadi yang mampu memberikan perintah rasional dan universal, yakni Tuhan yang Mahamutlak. Selain itu, manusia juga menyadarinya sebagai sesuatu yang suci, artinya kehendak mutlak itu menolak yang tidak benar dan tidak nurani dapat digambarkan sebagai tiga bagian pemerintahan suatu negara demokrasi termasuk Indonesia legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Manusia mengenali adanya prinsip-prinsip atau hukum moral benar-salah yang harus diikuti. Manusia juga bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya. Pada akhirnya, hati nurani juga memberi penilaian "apresiasi" dan "evaluatif" terhadap tindakan moral kita. Hukum moral itu pastilah tidak bisa berasal dari diri sendiri karena akan kontradiktif saya yang membuat, saya yang melanggar. Hukum moral juga tidak selalu mengikuti sepenuhnya apa yang dikatakan orang kebanyakan misalnya meskipun banyak korupsi, tidak berarti korupsi dibenarkan. Kemampuan manusia untuk berefleksi membedakannya dari makhluk hidup manapun di atas muka bumi. Keberadaan hati nurani tidak bisa diketahui secara langsung. Manusia baru bisa mengenali "cahaya di dalam hatinya" ketika ia menyadari bahwa ada Pribadi Ilahi yang menaruh cahaya itu di dalam hatinya, sejauh manusia diciptakan secitra dengan hati disebut sebagai petunjuk paling kuat akan adanya Tuhan karena di dalam kesadaran moral, manusia menjalin komunikasi yang asali dengan Tuhan. Dengan kata lain, saya menyadari Yang Ilahi dalam keseriusan mutlak setiap tantangan moral. Immanuel Kant sudah menunjukkan bahwa Tuhan tidak mungkin menjadi objek pengetahuan. Namun, eksistensi Tuhan kemudian dipostulatkan oleh Immanuel Kant dalam Kritik atas Rasio Praktis demi berlakunya hukum moral. 1 2 Lihat Filsafat Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apa itu hati nurani? Inilah pertanyaan mendasar mengawali refleksi ini. Hati nurani adalah inti dari kedalaman diri manusia. Dalam KGK, no. 1776 menegaskan bahwa hati nurani adalah inti manusia yang paling rahasia, sanggar sucinya; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya Bdk. GS 16. Secara harafiah dapat dikatakan bahwa hati nurani adalah sesuatu yang paling rahasia berada di dalam diri manusia. Hati nurani itu menggerakkan akal budi, sehingga seseorang dapat melakukan sesuatu tindakan dan perbuatan secara baik dan masuk akal. Masuk akal dan tidak, semuanya tergantung kita. Sejauh mana kita mendengarkan dengan saksama apa yang dibisikan oleh hati nurani kita. Baca juga Mundur Jika Tak Sesuai Hati Nurani Tentunya suara hati menyerukan dalam diri kita untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik dan menghindari yang jahat. Dapat kita lihat dari contoh kasus berikut ini Andi adalah seorang anak yang baik. Pada suatu ketika keluarganya dililit hutang. Andi merasa harus berbuat sesuatu. Akhirnya, ia pun harus pergi ke pasar untuk mencari uang demi melunasi hutang keluarga. Suatu ketika di pasar ia melihat sebuah dompet tergeletak tepat di depannya. Ia pun terdiam. Kira-kira Apakah yang harus di buat oleh Andi?bagaimana ia mampu mengatasi masalahnya?dalam hal ini mengambil dompet tersebut, lalu mengembalikannya atau mengambil dompet itu, lalu pergi membayar hutang keluarganya dan masalah merefleksikan kasus di atas, kita di ajak untuk mengecek bagaimana cara kerja dari hati nurani. Pastilah disaat yang mendesak itu, dengan pikiran yang sehat kita akan bertanya "Apakah hal ini baik atau tidak untuk saya lakukan?". Maka, hati nurani akan memberikan signal dalam diri kita untuk memutuskan. Sudah barang tentu ia memberikan suatu kesaksian tentang kebenaran, sehingga kita dapat memutuskan secara lain pihak, ada beberapa orang yang meremehkan bisikan atau getaran-getaran yang keluar dari hati nuraninya. Inilah yang membuat orang, akhirnya merasa menyesal dan gagal dalam memutuskan sesuatu secara bijaksana. Salah satu faktornya adalah orang terkadang merasa tidak peduli getaran-getaran yang keluar dari hati nuraninya, sehingga ia menekan cara kerja dari hati nuraninya. Ini juga berkaitan dengan kondisi batin yang tidak tenang dan tidak sabar dalam memutuskan. Akhirnya akan berakibat fatal bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk mendengarkan secara saksama akan setiap bisikan dan getaran-getaran yang keluar dari hati nurani kita, perlunya sikap untuk tunduk dan dengan penuh kerendahan hati. Dengan demikian, orang dapat melalui jalan yang benar. Sehingga martabatnya sebagai manusia dapat diakui. Sebab martabat pribadi manusia sangat merindukan hati nurani yang menilai secara tepat dan akurat, karena dampaknya besar dalam kehidupan manusia secara konkrit. Baca juga Melacak Jejak Hati NuraniDalam kehidupan, manusia berhak untuk bertindak secara bebas berdasarkan dengan hati nuraninya. Kebebasan sejati merupakan tanda yang mulia gambar Allah dalam diri manusia Bdk. GS, 17. Allah menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri Bdk. Martabat manusia menuntut supaya ia bertindak menurut pilihannya yang sadar dan bebas. Artinya digerakkan dan didorong secara pribadi dari dalam, dan bukan karena rangsangan hati yang buta semata-mata karena paksaan dari luar. Untuk itu seseorang akan membuat suatu keputusan moral secara pribadi."Janganlah ia dipaksa untuk bertindak melawan suara hatinya. Tetapi jangan pula ia dirintangi untuk bertindak menurut suara hatinya terutama dalam hal keagamaan Bdk. DH 3." 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya

pengertian hati nurani dan sanubari